Qris Kaltim Tercepat Se Kalimantan

img

Tutuk SH Cahyono

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI)  Provinsi Kaltim Tutuk SH Cahyono melaporkan perkembangan Quick Response Indonesia Standard (Qris), adalah   standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya, Untuk Kaltim tercepat se Kalimantan, dimana  tingkat pertumbuhannya rata-rata diatas nasional dan Kalimantan secara umum.

“Hasil asesmen kami, melihat indeks Information and Communication Technology  (LCT), Provinsi Kaltim   adalah satu diantara empat provinsi di Indonesia yang katagorinya sangat baik (hijau),  sementara yang lain tidak baik dan kurang baik, artinya masyarakat Kaltim sudah sangat siap untuk perkembangan digitalisasi,” kata Tutuk SH Cahyono, pada acara pembukaan  program BI yaitu  Virtual Banking dan Qris  Expo 2021,  yang dilaksanakan  di Aula  Maratua lantai IV Kantor BI Kaltim, Rabu (14/04/2021).

Tutuk menambahkan, terkait keberhasilan yang diraih Kaltim tersebut, tentu tidak ada alasan  diera digital  dimasa pandemi Covid-19 saat ini, untuk  terus menggalakan aktivitas-aktivitas berbasis digital pada UMKM  maupun sektor pemerintah.

 “Kita lihat sektor pemerintah, Kepres sudah diterbitkan Presiden Joko Widodo pada bulan Maret, dan sekarang kabupaten/kota sudah bergerak dan  membentuk  tim  Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Di Kaltim yang sudah terbit adalah SK Walikota Samarinda dan SK Bupati Kukar. Insyah Allah  Provinsi Kaltim dalam waktu dekat, dan  sudah dalam proses,” tandansya.

Provinsi Kaltim, lanjut Tutuk sudah sangat siap, termasuk Bapenda Kaltim dan lainnya semuanya sudah melakukan percepatan, BI  sendiri tentu  sangat mendorong adanya percepatan perluasan elektrifikasi  transaksi pemerintah, percepatan elektrifikasi maupun  digitalisasi bansos kesemuanya ini untuk mendorong kesehatan fiskal pemerintah, terutama peningkatan PAD, efesiensi ekonomi dan serta sektor lainnya, BI bergandengan tangan OJK  dan seluruh perbankan dan pihak-pihak terkait.

“Untuk  sektor swasta, survey kami membuktikan peran edukasi yang sangat terbuka lebar untuk dilakukan karena  masyarakat di Kaltim  banyak yang belum tahu, dan kita perlu edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat untuk menggunakan transaksi digital, transaksi non tunai, termasuk dalam UMKM, oleh karena itu melalui  virtual Banking dan Qris Ekspo 2021 ini, masyarakat dapat mengetahui program-program yang kita laksanakan,” papar Tutuk SH Cahyono.(mar)